Tuesday, May 13, 2008

ah, dani

hari pertama ujian akhir sekolah (uas), senin (12/5) lalu, dani harusnya duduk manis di kelas sebagaimana lebih dari 300 ribu siswa sma/smk/ma se-jawa barat. tapi sejak sehari sebelumnya siswa kelas 3 ips ini harus mendekam di ruang tahanan polresta bandung timur. bukan soal-soal ujian yang akhirnya dia jawab, tapi interogasi polisi.

cerita bermula dari penangkapan asep, salah seorang teman dani. polisi menangkapnya sesudah tertangkap tangan hendak menjual sebuah motor yang tidak disertai surat-surat lengkap. dari interogasi diketahui bahwa motor itu curian. dari mulut asep, nama dani pun disebut sebagai salah satu pelaku.

saat aku datang dengan dua wartawan lain, bocah 16 tahun itu terduduk lesu. entah apa yang dia sesali. Barangkali kegagalannya ikut uas. tapi barangkali juga dia bersedih karena berakhirnya kisah sukses petualangannya mencuri motor.

bayangkan, baru belajar teknik mencuri motor lima bulan lalu, sudah 11 motor berhasil dia bawa kabur. dan polisi tak pernah berhasil mengendus keberadaannya.

"kenapa mau mencuri, dan?" tanyaku. "apakah uang saku dari orang tua tidak cukup?"

"uang saku cukup. saya pengin lebih," ujarnya lirih. dingin.

terang saja uang sakunya selalu cukup. sang ayah seorang kepala sekolah.

dani menjual semua motor curian kepada orang yang sama yang mengajarinya teknik mencuri. orang ini sendiri masih buron. setiap motor dihargai sangat murah, antara Rp 500 ribu hingga rp 600 ribu. Semua uang, menurut dani, habis buat jajan.

"hanya jajan. tidak ada acara mabuk-mabukan," ulangnya menegaskan.

***
ah, dani. tidak tahukah dia bahwa selama wawancara aku berusaha keras menahan air mataku tidak jatuh? kedua mataku sudah berair ketika itu. aku teringat alvin, ponakanku yang masih empat tahun dan sedang memulai masa kanak-kanaknya. betapa keras dunia yang akan menghadangnya kelak.

aku teringat juga kumpulan bocah yang bercanda di pos polisi perempatan leuwipanjang setiap kali aku melintas saat pulang kerja. malam. dan aku penasaran kapan dan di mana mereka akan mengistirahatkan tubuh-tubuh lelah mereka sebab pagi hari mereka musti bangun dan menodongkan tangan di pintu-pintu angkot yang terjebak macet.

ah dani. tidak tahukah dia bahwa sesampai di kos aku tidak kuasa lagi menahan air mata itu jatuh? aku teringat betapa tanpa salah, dan cenderung bangga, dia menyebut tempo tidak lebih dari satu menit untuk bisa mengakali sebuah motor.

ah, dani. aku tidak rela melihat wajahmu muncul di televisi dan terpampang di halaman sebuah koran hari ini. aku teringat ponakan kecilku. aku teringat bocah-bocah di leuwipanjang. aku teringat dunia yang bisa menjadi sedemikian kejam.

Sunday, May 11, 2008

blog, lidah-lidah api, dan harga bbm

blog, lain lagi dunia baru bagiku sesudah sebelumnya friendster. kali ini lebih monumental sebab tulisan pertama ini aku buat persis saat jutaan atau mungkin miliaran orang merayakan pentakusta.

dua ribu tahun lalu, tepat 50 hari sesudah kematian anak manusia dari nazaret, tertulis dalam kitab suci peristiwa ajaib yang dialami para murid. ajaib karena roh kudus turun atas mereka dalam wujud lidah-lidah api. lebih ajaib lagi sebab akibat peristiwa itu kotbah mereka didengarkan oleh tiap-tiap orang yang datang dari beberapa bangsa dalam bahasa mereka masing-masing.

perlu dicatat, ketika itu belum ada mesin penerjemah. belum muncul chomsky yang menyaring segala kalimat ke dalam bagan-bagan universal. maka ajaib benar menyaksikan para pendengar itu mengangguk-angguk mengerti perkataan para murid.

bagi mereka yang percaya, dan aku salah satunya, dengan pentakusta, jadi baru seluruh muka bumi. hanya, kebaruan tentulah berbeda bagi satu dan lain orang. bagiku, blog inilah barangkali dunia serba baru itu.

persoalannya, apakah dia dibawa oleh lidah-lidah api juga?

entahlah, dunia internet (yang tak kalah ajaib ini), dimana blog termaktub, makin membingungkan saja justru sejak ia kian memesonakan. selalu dua sisi. tidak pernah tunggal. pada saat kita bisa bebas berselancar mencari pengetahuan-pengetahuan baru yang memajukan peradaban tanpa meninggalkan kamar, di waktu sama kita bebas melecehkan kemanusiaan kita sendiri serendah-rendahnya.

tidak ada yang kekal-pasti dari lidah-lidah api. dia datang dengan penawaran. dia memberi ruang pada pemaknaan. dan justru akibat kesempatan inilah, kesementaraan memperoleh maknanya. itulah mengapa semua yang hadir mendengar kotbah para murid dalam bahasa yang mereka pahami.
bukan dalam bahasa yang sama.

nah, jika tadi kukatakan bahwa blog adalah dunia baru bagiku, bagi kebanyakan orang yang hidup di nusantara sekarang ini, barangkali bumi dan langit baru adalah kabar kenaikan harga BBM bersubsidi. kenaikan pasti. besarnya di seputaran 30 persen.

dan apa dunia baru itu? bisa jadi ketakutan tentang harga-harga yang membubung tinggi. bisa jadi kengerian menjadi miskin. atau bayangan makin susahnya hidup.

tapi bisa juga dunia baru itu berarti sikap makin irit memakai listrik. kebiasaan makin hemat membeli barang konsumsi. atau kemauan mengatur ulang keuangan keluarga.
lidah-lidah api datang hari ini. dia memberi penawaran. hanya penawaran.